Home > Business Process > Marketing Metrics

Marketing Metrics

Pengukuran dalam bidang promosi dan markting seharusnya menjadi sesuatu yang penting, tetapi tidak banyak yang melakukannya yaitu ROI atau ROMI (return on marketing investment). Hal ini dianggap tidak terlalu penting karena mayoritas tidak memahami bagaimana melakukan pengukuran terhadap marketing metrics ini.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Handi Irawan D., selaku Chairman Frontier Consulting Group, terkait dengan kelemahan tim pemasaran dari CEO di Indonesia,  salah satunya adalah dalam hal pengukuran. Hal ini tercermin dari isi marketing plan yang dibuat tim pemasaran perusahaan-perusahaan di Indonesia dimana bagian dari marketing plan yang paling tebal biasanya adalah bagian strategi dan program. Yang paling tidak banyak dibahas adalah masalah evaluasi dan pengukuran. Beliau menyatakan walau sudah mulai terjadi kemajuan dalam bidang pengukuran akan tetapi masih terlihat gap yang besar antara keharusan dalam pengukuran dan kenyataan yang diukur oleh para marketer di Indonesia.

Jika kita tilik kembali peranan bidang promosi dan marketing serta dana yang  cukup besar dialokasikan dalam bidang tersebut yang diharapkan mampu menunjang peningkatan sales sebuah perusahaan secara signifikan, maka kualitas evaluasi dan pengukuran terhadap bidang tersebut sangatlah penting dilakukan.

Sampai saat ini terdapat begitu banyak marketing metrics dan sangatlah variatif. Sulit rasanya untuk membakukan satu jenis marketing metrics yang dapat diaplikasikan untuk beberapa jenis perusahaan. Mengapa demikian?

Pertama, setiap industri memiliki pengukuran yang berbeda-beda sesuai dengan bidangnya. Untuk perusahaan yang termasuk B2C, akan menitikberatkan pada kepuasan pelanggan. Sedangkan perusahaan kategori B2B, efektifitas tim penjualan yang menjadi prioritasnya.

Kedua, perusahaan-perusahaan yang sekalipun dalam industri yang sama akan memiliki prioritas yang berlainan sesuai dengan maturity levelnya. Untuk perusahaan yang sedang mengelola produk baru, penetrasi pasar menjadi prioritas. Perusahaan dengan tahap yang lebih matur dan menghadapi kompetisi yang ketat, price sensitivity harus ditempatkan pada prioritas yang lebih tinggi.

Ketiga, familiarity dan tingkat pemahaman akan pengukuran itu sendiri. Hal ini berhubungan dengan definisi “penting atau tidaknya” sebuah pengukuran marketing metrics dalam lingkup proses bisnis perusahaan tersebut.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: